Valentine Oh Valentine

begitu besar kah tuah nya menurut mu
hingga mampu meredup kan mentari
yang panas menampar tanah yang tandus
kuasa tumpah kan hujan pada ladang ladang yang gersang
memberi makan mereka yang kelaparan
dengan nasi putih pilihan dengan sepotong paha ayam
menina bobok kan para gelandangan
di atas ranjang empuk berselimut sutra yang menghangat kan
atau meredakan perang yang kian luas berkecamuk
antara umat cipta’an Tuhan

jika kau beranggapan
saat ini moment yang sempurna
untuk ungkap kasih sayang
begitu kikir ternyata diri mu
begitu menderita ternyata diri mu
hingga tiap detik mu tak menuai rasa yang begitu indah

lihat lah dunia ku…
di tepi pantai pada papan dermaga yang tak pernah usang
slalu ku saksikan bagaimana ombak
tak jemu silih berganti datang ke pantai
bagaimana pasir tak risih tiap detik terusik
dan bagaimana karang tak pernah geram
di hempas ombak tak mengelak kan

begitu lah seharus nya kasih sayang
hingga nyiur pun iri menyaksikan
tak henti melambai,,
mengharap kehadiran ombak tuk membelai…

-syair pelabuhan-

__(¯’•¸·’î·¸•’¯)__


This post was written by...

– who has written 63 posts on AriWarna Net.

Contact the author