Mungkin Yang Terakhir

Oleh Pujangga Rahasia
tlah terpasang kedua sayap di
bahu mu
mengepak indah menerbangkan
mu
tlah tiba saat kau kau tentukan
kuasa
sebelum bibir sang waktu
mengatup tuk bicara
melayang menggapai bintang
bersanding dengan gemerlap
istana nyata
dan bercumbu dengan ilusi
keindahan masa nan lalu
tanpa bayang,tegur sapa dari ku
yang mungkin begitu mengusik
ketenangan mu
maaf kan aku cinta…atas guratan
kisah
yang sempat ku rajah dalam titian
kehidupan mu
kini sendiri aku renda sepi
kurajut helaian gulita untuk
mengkafani jiwa
cinta,,,
sebegitukah diri mu pada ku
tanpa nisan kau pusarakan
perasa’an
mungkin…hanya kepada dinding
lahat aku bisa bercerita
dan selembar kafan yang
mengerti akan rasa ku
tentang mimpi dan harapan yang
pernah ada
kala nyata tlah kita dapati
merekalah yang akan memeluk
hangat raga ku
hingga tinggal belulang terbujur
kaku
terpendam dalam rahim pusara
tak sesal aku atas semua
karna cinta yang pernah kita
damba
begitu indah aku rasa
aku masih bimbang esok dapat
ku rasakan tetesan embun
aku tak yakin esok ku lihat
sinaran mentari pagi
aku masih ragu akan ku dengar
kicau burung menyapa ku
karna…
saat ini aku buta,tuli,dan mati rasa
sepeninggal mu
salam ku untuk pujaan
aku titip kan pada gelap sang
malam
yang kini bersandar dalam sukma
ku
“lovirs”

This post was written by...

– who has written 63 posts on AriWarna Net.

Contact the author