Hachiko ..ハチ公.. ( Kisah Kesetiaan Se Ekor anjing )

Selamat siang Mbak bro,,,,,,
ngk tahu kenapa aku harus posting tusan ini
ngk tahu juga ada yang baca atau nggak nanti nya,,,
oke lah mbak bro,,, aku nggak peduli dengan point point di atas
toh aku ngeblogg hanya untuk menulis,,menulis,,cerita cerita dan seterus nya
aku menulis ini berawal dari ajakan temen sesama penghuni malam
nama nya,,,kriuk,kriuk,,kriuk,,,sengaja di sensor mbak bro,,,,
dia ngajak aq nonton film yang menceritakan tentang se ekor anjing yang setia pada majikan nya
dengan computer baru nya yang harga nya wuuueeehhh kata nya,,,,,,,
setelah nonton sampai abis,,, ya sudah,,, the end. (titik buesarrrr)
eittttt,,,,tapi bukan tentang film itu yang mau aku posting di sini
tapi tentang kisah yang sebenar nya dari film tersebut,,,

kisah ini terjadi di jepang antara tahun 1924 sampai 1935
adalah se ekor anjing jantan jenis “Akita Inu” dengan nama Hachi
lahir pada 10 November 1923,Dekat kota Ōdate, Prefektur Akita
dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go

pada tahun 1924 Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo
sejak saat itu Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno
yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo.
Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun
setiap hari nya Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja,
Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang.
bahkan sering sampai ke stasiun,
Demikian juga sore hari nya Hachi selalu datang ke stasiun
untuk memjemput majikan nya

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus,
Profesor Ueno mendadak meninggal dunia.
Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari.
Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925.
Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal.
Hachi pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.
kejadian ini terus berlangsung sepanjang hari
hingga pada suatu hari Yae (istri dari profesor Ueno)
harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno.
namun menurut sumber Yae ini tidak di nikahi secara resmi oleh Ueno
dan Hachi pun di titip kan ke rumah saudara Ueno
sejak saat itu Hachi berpindah pindah tempat
karena beberapa hal ketidak cocokan yang dititipi nya

walau demikian kebiasaan Hachi yang setiap sore datang kesetasiun
masih tetap Hachi jalan kan,duduk di depan stasiun menunngu majikan nya (profesor Ueno)
hingga pada tahun 1932
kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō
dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang.
Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun,
Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun,
dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari (“Kisah Anjing Tua yang Tercinta”).
Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan.
Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya.
Sejak itu pula, akhiran kō (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō.
Andō ingin membuat patung Hachikō
setelah mengajukan proposal dan mengadakan penggalangan dana
Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya.
Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin.
Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap.
Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.
Namun di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang.
Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948.
Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun,
ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya.
Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya.
Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.
Hingga saat ini tempat di mana patung Hachiko berdiri
di depan stasiun Stasiun Shibuya, Tokyo.
telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya.
Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.juga para pasangan kekasih banyak yang saling berikral kesetiaan di depan patung Hachiko

pada tahun 2006 Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi Nippon Television .
Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita).
Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog’s Story karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.

__(¯’•¸·’î·¸•’¯)__

This post was written by...

– who has written 63 posts on AriWarna Net.

Contact the author